Polisemi Pada Kosakata Anggota Tubuh dalam Bahasa Arab

https://doi.org/10.52593/klm.03.2.01

المؤلفون

الكلمات المفتاحية:

Arabic، Polysemy، vocabulary

الملخص

Fenomena polisemi memiliki urgensitas dan peranan yang sangat penting dalam kajian linguistik, khususnya pada relasi kata dengan makna. Terkadang satu kata dalam bahasa Arab memiliki beragam makna. Tujuan penelitian ini mengetahui makna polisemi pada kosakata yang berkaitan dengan anggota tubuh. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan model analisis isi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa kosakata dari anggota tubuh dalam bahasa Arab memiliki makna polisemi, diantaranya adalah ; 1).  Ø³Ù†Ù‘bermakna gigi, usia. 2). أن٠bermakna ; hidung, tanpa keinginan, hina, wajar dan sombong. 3). عين bermakna ; mata, mata-mata, harta, sumber mata air, sendiri ( kata taukid dalam ilmu nahwu), penuh perhatian, tunai, serupa/seimbang, kenyataan ( yang sebenarnya), musnah, bahagia, populer/terkenal, iri ( menginginkan sesuatu pada orang lain). 4). لسان bermakna ; lisan, juru bicara, argumentasi, prilaku, munafik, bahasa. 5). رأس bermakna ; kepala (anggota tubuh), ekor, tahun baru, pemimpin, ilmu, tempat kelahiran. 6). يد bermakna ; tangan, pertolongan, kebaikan, kehendak/kuasa, kontan/tunai, pemberi, penerima dan bimbingan. 7). قلب bermakna : hati, dalam/masuk, surat Yasin, 8). صدر bermakna : dada, permulaan, pemimpin dan hati. 9). ثدي bermakna ; payudara, berjuang dan berkorban, Penjagaan diri dari memperoleh harta dengan cara yang buruk, 10). وجه bermakna :wajah, awal, diri, tidak merasa hina, hak, sebenarnya, sama sekali, zat, murtad, persamaan, 11). رقبة bermakna : leher, budak, jiwa/seseorang, 12). رجل bermakna : kaki, tantara, 13). ظهر bermakna : punggung, diluar kepala (hafal), melihat dengan teliti, sikap permusuhan, 14). قدم : telapak kaki, maafkanlah, abaikan dan berpalinglah darinya, semoga Allah kuatkan hatinya, melakuan kesalahan, sama, segala kekuatan, sempurna, mulai bekerja, bangkit dari keterpurukan, kedudukan yang tinggi, 30 CM, Sepakbola. Semua makna ini akan bisa dipahami jika digunakan dalam konteks kalimat.

المراجع

Abdul Chaer, Linguistik Umum, Jakarta: PT Rineka Cipta, 1995

Abdul Halim Muhammad Qunbus, Mu’jam al-Alfadzh al-Musytarakah Fii al-Lughah al-Arabiyah, Beirut: Maktabah Lebanon, 1976.

Abdul Karim Mujahid, al-Dilalah al-Lughawiyah ‘inda al-Arab, Daar al-dhiya Li an-Nasr wa al-Tauzi, tt

Ade Nandang, Fiqih Lughah, Bandung: CV Insan Mandiri 2012.

Ahmad Mukhtar Umar, Mu’jam al-lughah al-Arabiyah al-Mu’ashiroh,. Kairo: Aalim al-Kutub. 2008.

Ahmad Warson Munawir, Al-Munawir kamus Arab – Indonesia, Surabaya: Pustaka Progresif cet ke 4, 1997.

Ali Abdu al-Wahid Wafi. Fiqhu al-Lughah, Kairo; Nahdatu misri litaati wa al-Nasri wa al-Tauzi. 2004.

Ali Musa Lubis, Polisemi dalam bahasa Arab, Suatu Kajian Relasi Semantik. An-Nahdah, Vol. 12 No. 2 Juli – Desember 2018.

Chaedar Alwasilah, Filsafat Bahasa dan Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014

Departemen Pendidikan Nasional Jakarta, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta; Pusat Bahasa, 2008

Emil Badi Yaqub, Fiqih al-Lughah al-Arabiyah wa khashaishuha (Beirut: Dâr al-Tsaqâfah al- Islâmiyah). Tt

Fajar, Ahmad, ‘Tafsir Al-Qur’Än Corak Sastrawi Dan Teologis’, Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 1.1 (2020), 36–63

Ibnu Faris, ash-shahabi fi fiqhi al-lughah al-Arabiyah wa masa’iliha wa sunan al-Arab fii Kalamiha, Darul kutub ilmiyah, Beirut: tt

Jalaluddin Suyuthi, Al-Muzhir fii Ulum al-Lughah wa Anwa’iha, Shohib al-Maktabah al-Azhari, tt.

Kridalaksana. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2008.

Mahmud Ismail Shinni, Mu’jam Siyaaqi li al-Kalimat asy-Syai’ah, Beirut: Maktabah Libnan, 1991.

Moh. Matsna, Kajian Semantik Arab, Klasik dan Kontemporer, Jakarta: Prenadamedia Group, 2016

Mohammad Kholison, Semantik Bahasa Arab, Tinjauan Historis, Teoritik dan Aplikatif. Lisan arabi, Cet 1, Malang 2016.

Muhammad Abdul Jawwad, Syajaru ad-durr Fii Tadakhuli al-Kalaam bi al-Ma’ani al-Mukhtalifah

Muhammad Nuruddin al-munajjid, al-Isytirak al-Lafdzhi fii Al-Qur’an al-Karim, baina an-Nadhariyah wa at-Tathbiq, Beirut: Daarul Fikri al-mu’ashiir, tt

Peter Matthews, The Concise Oxford Dictionary of Linguistics, Oxford: Oxford University Press. 1997.

Ramadhan Abdul Tawwab, Ushuulun Fii Fiqhi Al-Lughah, Kairo: asy-syirkah ad-dauliyyah li-athiba’ah, 1999

Saida Gani & Berti Arsyad, Fenomena al-istirak al-lafzi dalam Al-Qur’an. ‘A Jamiy, Jurnal Bahasa dan Sastra Arab UGM, Volume 06, No. 1. Juni 2017.

Salwa Muhammad al’awwal, Al-Wujuh wa al-Naza’ir fi al-Qur’an al-Karim, Kairo, Dar ash-shuruq, 1998

Tajuddin Nur, Semantik bahasa Arab, Pengantar Studi Ilmu Makna, Bandung: CV. Semiotika, 2014

Taufiqurrochman, Leksikologi Bahasa Arab, Malang: UIN Malang Press, 2008

Verhaar. Asas-asas Linguistik Umum. Yokyakrta: Gadjah Mada University Press, 2004

منشور

2022-07-30

كيفية الاقتباس

Karya Suhada, O. (2022). Polisemi Pada Kosakata Anggota Tubuh dalam Bahasa Arab . Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 3(2), 121–138. https://doi.org/10.52593/klm.03.2.01

المؤلفات المشابهة

1 2 3 4 5 6 > >> 

يمكنك أيضاً إبدأ بحثاً متقدماً عن المشابهات لهذا المؤلَّف.