Pring Goprak Bung Mecungul: Sebuah Terminologi dan Filosofi Pendidikan dalam Jama’ah LDII

https://doi.org/10.52593/pdg.07.1.04

Penulis

Kata Kunci:

Filosofi, Pendidikan, Karakter, LDII, Pring Goprak

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan esensi ontologis dari terminologi pring goprak bung mecungul dalam konteks epistemonologi pendidikan jama’ah LDII. Penelitian ini menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai: apa makna dan filosofi pendidikan dalam terminologi pring goprak bung mecungul, bagaimana implementasi terminologi tersebut dalam jama’ah LDII, serta apa implikasi terminologi tersebut terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan wawancara. Penelitian ini menunjukan bahwa terminologi pring goprak bung mecungul memiliki makna yang cukup kompleks dan epistemonologis yang multidimensi, sehingga berimplikasi pada peningkatan pertumbuhan karakter dan kesadaran pendidikan yang inheren. Penelitian ini juga menunjukan bahwa implementasi terminologi pring goprak bung mecungul dalam konteks pendidikan formal dan non-formal dalam jama’ah LDII memiliki konsekuensi yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, penelitian ini merekomendasikan bahwa terminologi pring goprak bung mecungul dapat dipergunakan sebagai paradigma atau kerangka berpikir dalam dunia pendidikan yang efektif demi meningkatkan dan mengembangkan karakter bagi seluruh generasi muda.

Referensi

Abdurahman, D. (2019). Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Ombak.

Ali, A. (2023). Nilai-Nilai Kebijakan dalam Jamaah LDII: Dari Amal Saleh Hingga Kemandirian. Deepublish.

Bali Post. (1990, November). Menjadikan Lembaga Dakwah Lebih Berkualitas. Bali Post, 6.

Fadilah, Rabi’ah, Alim, W. S., & Zumrudiana, A. (2021). Pendidikan Karakter. CV Agrapana Media.

Fuadi, M. A., & Khakim, Y. S. (2022). DINAMIKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PESANTREN LDII MILLENIUM ALFIENA NGANJUK. ASKETIK: Jurnal Agama Dan Perubahan Sosial, 6(1), 29–46. https://doi.org/10.30762/asketik.v6i1.186

Hafizi, Z. (2023). Evaluasi Konstruktivisme Sosial Sebagai Pendekatan Pendidikan Karakter di Era Digital. Jurnal Ilmiah Edukatif, 9(2), 116–125. https://doi.org/10.37567/jie.v9i2.2519

Hamid, A. R., & Madjid, M. S. (2011). Pengantar Ilmu Sejarah. Ombak.

Hendriani, W. (2018). Resiliensi Psikologis: Sebuah Pengantar. Prenamedia Group.

Ibrahim, J. T. (2019). Sosiologi Pedesaan. Universitas Muhammadiyah Malang.

Istiyanto, S. B., & Novianti, W. (2018). Etnografi Komunikasi Komunitas yang Kehilangan Identitas Sosial dan Budaya di Kabupaten Cilacap. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(1), 64–77. https://jurnal.unpad.ac.id/jkk/article/view/15213

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Tiara Wacana.

LDII. (2004). Penegakan Bener Kurup Janji dalam Praktek Hubungan Kerja Antara Pengusaha dengan Karyawan dalam Lingkungan Jama’ah. LDII.

LDII. (2013). Perlunya Kemandirian sebagai Kebutuhan Remaja untuk Menyongsong Kebutuhan Masa Depan. LDII.

LDII. (2017). Menyiapkan Kepemimpinan yang Profesional Religius. LDII.

LDII. (2020a). Enam Thobiat Luhur dalam Kehidupan Bermasyarakat. LDII.

LDII. (2020b). KE-LDII-AN IV: Kontribusi LDII dalam Membangun Karakter Bangsa dengan Membina Generasi Penerus Demi Keberlanjutan Bangsa dan Negara. LDII.

LDII. (2020c, March). Kemandirian Menentukan Marwah Seseorang, Institusi Maupun Bangsa. LDII, 3. majalah.nuansaonline.net/2022/03/

LDII. (2022). Garis-Garis Besar Materi dan Target Pembinaan Generus. LDII.

LDII. (2023a). Memahami Berbagai Aspek Perilaku Remaja dan Upaya Mencapai Keberhasilan Tri Sukses Generasi Penerus. LDII.

LDII. (2023b). Peran dan Kerja Sama Lima Unsur. LDII.

LDII. (2024a). KE-LDII-AN VIII: Membangun Karakter Generasi Muda Profesional Religius Berwawasan Kebangsaan Menyambut Indonesia Emas 2024. LDII.

LDII. (2024b). Mereka Bicara Solusi Masalah Bangsa: Mendag Zulhas Ajak Warga LDII Buka Warung. LDII, 20–21. https://majalah.nuansaonline.net/nuansa-persada-edisi-januari-2024/

LDII. (2024c, May). Memperbaiki Demokrasi dari Hilir: Menuju Indonesia Emas dengan 29 Karakter Luhur. LDII, 20.

Madjid, D., & Wahyudhi, J. (2014). Ilmu Sejarah Sebuah Pengantar. Kencana.

Manalu, E. (2014). Penerapan Pendekatan Konstruktivis Sosial Dalam. Jurnal Handayani, 2(1), 13–23. https://doi.org/10.24114/jh.v2i1.1733

Nasrudin, M. W. (2019). Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Kontruktivisme Melalui Media Sosial. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(2). http://journal.unirow.ac.id/index.php/teladan/article/view/101

Nendissa, J. E. (2022). Teori Konflik Sosiologi Modern Terhadap Pembentukan Identitas Manusia. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 4(3), 69–76. https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=6fTPh2gAAAAJ&citation_for_view=6fTPh2gAAAAJ:9yKSN-GCB0IC

Octawidyanata, A. Q., & Nugraha, S. (2016). Studi Deksriptif Mengenai Identitas Sosial Anggota Kbppp Yang Bergabung Kedalam Kelompok Geng Motor Brigez Di Sukabumi. Prosiding Psikologi, 2(1), 1–120. http://elibrary.unisba.ac.id/files/09-1616_Fulltext.pdf

Ottoman. (2014). Asal Usul Dan Perkembangan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (L D I I). Tamaddun: Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam, 14(2), 147–162. http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/tamaddun/article/view/129

Payong, M. R. (2021). ZONE OF PROXIMAL DEVELOPMENT AND SOCIAL CONSTRUCTIVISMBASED EDUCATION ACCORDING TO LEV SEMYONOVICH VYGOTSKY. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio, 12(2). https://doi.org/10.36928/jpkm.v12i2.589

PC LDII Soreang. (2024). 29 Karakter Luhur Generasi Penerus Warga LDII. LDII. https://ldiisrg.web.id/29-karakter-luhur-generasi-penerus-warga-ldii/

Pesantren Al-Ubaidah. (1994). Wajibnya Adil dan Tho’at Bagi Para Pemimpin. Pesantren Al-Ubaidah.

Pesantren Al-Ubaidah. (1999). Peran Penggerak Pembina Generus (PPG) dan Lima Unsur dalam Pembinaan Generus. Pesantren Al-Ubaidah.

Pesantren Al-Ubaidah. (2016). Ke-LDII-an: LDII sebagai Organisasi Pembelajar. Pesantren Al-Ubaidah.

Pesantren Al-Ubaidah. (2020). Peramutan dalam LDII Sampai Husnul Khatimah. Pesantren Al-Ubaidah.

Pesantren Al-Ubaidah. (2024). Tri Sukses Generus. Pesantren Al-Ubaidah.

Retnaningsih, A. P. (2024). Relevansi Konstruktivisme Sosial Lev Vygotsky terhadap Kurangnya Peran Orang Tua dalam Pendidikan Moral Anak di Indonesia. JurnalFilsafat,AgamaHindu,DanMasyarakat, 7(1), 44–58. https://e-journal.iahn-gdepudja.ac.id/index.php/SD/article/view/1617

Rukiati, E. K., & Hikmawati, F. (2006). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesai. CV Pustaka Setia.

Salsabila, Y. R., & Muqowim. (2024). KORELASI ANTARA TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME LEV VYGOTSKY DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL). Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(3), 813–827. https://jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/3185

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Ombak.

Ulfah, N. M. (2017). Strategi Dan Manajemen Dakwah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Ldii) Kecamatan Tugu Kota Semarang. Jurnal Ilmu Dakwah, 35(2), 207. https://doi.org/10.21580/jid.v35i2.1617

Wahid, A. (2001). Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan. Desantara.

Warsito, E. (2020). Kontruksi Pendidikan Karakter bagi Mahasiswa di Pondok Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Mahasiswa Khoirul Huda Surabaya [Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya]. http://digilib.uinsa.ac.id/45144/

Diterbitkan

2026-01-31

Cara Mengutip

Sulthonul Khakim, Y. (2026). Pring Goprak Bung Mecungul: Sebuah Terminologi dan Filosofi Pendidikan dalam Jama’ah LDII. Paedagogie: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 7(01), 65–92. https://doi.org/10.52593/pdg.07.1.04

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.